Tips Menyanyi dengan Mudah

Menyanyi adalah sebuah lantunan lagu yang berisi curahan hati yang dibuat dengan keadaan dan kondisi seseorang. Banyaknya orang yang menyanyi itu gampang hanya tinggal mengeluarkan nada yang kita inginkan. Berikut tips-tips menyanyi dengan mudah :

  1. Sebelum kita menyanyi dasarnya kita belajar tangga nada do, re, mi, fa, so, la, si, do dari nada terendah sampai tertinggi.
  2. Saat menyanyi kita harus pintar-pintar mengambil nafas dimana kita tidak bisa mengambil nada yang tinggi untuk mencapai nada yang tepat.
  3. Menyanyi bukan hanya sekedar untuk menyanyi saja tetapi seperti kita berbicara kepada seseorang, bagaimanakah kita mempermainkan bahasa tubuh ? dan menggunakan feel (perasaan). Continue reading
Advertisements

Perlu adanya Perubahan

Sungguh miris, ketika kenyataan jauh dari harapan. Bertujuan mentecak generasi pejuang,pemikir dan pembaharu, tanpa memberikan fasilitas yang menunjang hal ini sudah jadi “PR” lama kampus hijau ini, terutama masalah fasilitas organisasi kemasiswaan, baik tingkat fakultas maupun universitas.

Tentu saja dengan kurangnya fasilitas, banyak mahasiswa dengan segudang bakat gemilangnya, terpaksa memangkas ekpresinya untuk berkarya. Jika ada wadah berekspresi yang menunjang, saya yakin, teman-teman mahasiswa tentunya akan sangat antusias untuk mengembangkan bakatnya dan berkarya atas nama kampus hijau ini.

Sadar atau memang pura-pura tidak sadar, sampai saat ini kampus begitu sepi. Entah kemana para calon pembaharu itu. Seakan mati suri, atau memang mereka sudah benar-benar punah? Keberadaan mahasiswa yang sepi ini, mengesankan bahwa mereka sudah tidak peduli dengan permasalahan dalam kampus.

Hal menyimbolkan kegagalan kampus dalam membina mahasiswa , yang “konon” katanya ingin mencetak mahasiswa pejuang, pemikir dan pembaharu. Seharusnya sebagai pengemban amanah dapat mengarahkan soft skill dalam lembaga kemahasiswaan yang ada di UNLA .

Apalagi, citra UNLA yang kurang memiliki jual tinggi didunia kerja. Sehingga keberadaan organisasi ini bisa menjadi suatu daya tarik perusahaan atau memiliki soft skill untuk membuat suatu usaha.

Disisi lain, organisasi ini bisa dijadikan suatu kendaraan untuk mencapai tridarma perguruan tinggi . dengan membuat suatu kegiatan yang dapat mengangkat reputasi UNLA dan kepercayaan masyarakat.

Begitu banyak organisasi kemahasiswaan yang mati atau masih hidup pun susah untuk berekspresi. Yang pada akhirnya kembali lagi permasalahan itu disebabkan pada fasilitas yang belum menunjang, sehingga tidak bisa memacu semangat kawan kawan mahasiswa untuk beraktifitas.

Dilihat dari segi bangunan saja, masih banyak organisasi yang tidak memiliki tempat tetap atau yang bisa dikatakan “no maden”. Keberadaan tempat atau sekre ini sangat penting, mengingat dalam sebuah organisasi dibutuhkan sarana untuk berekspresi, berdikusi dan berkumpul untuk bersilaturahim.Hal ini membuktikan dengan fasilitas yang ala kadarnya tidak efektif dan efisien.

Sebagai lembaga Pendidik tentunya UNLA harus dapat menjadi tauladan baik untuk para stakeholder khususnya mahasiswa sebagai calon penerus bangsa nantinya. Selain itu dari pihak fakultas dan universitas, seharusnya memberikan fasilitas yang menunjang untuk kegiatan akademik maupun kegiatan kemahasiswaan.

Karena dengan kondisi organisasi kemahasiswaan yang seperti ini, ditakutkan lambat laun membawa keterpurukan dan pada akhirnya punah.tentunya sangat diperlukan perubahan dan perbaikan secepatnya.

 

Oleh: Yana Junaidar (FE’08)

Pertama kalinya Unla gelar Wisuda di Luar Kampus

Sebanyak 800 mahasiswa dari 5 Fakultas di Universitas Langlangbuana (Unla) akan mengikuti wisuda di Bandung Convention Center (BCC), pada kamis (20/11) mendatang. Penyelenggaraan wisuda yang pertama kali digelar di luar kampus ini, menurut Rusli Nasution, dikarenakan kondisi kampus yang sedang dalam pembangunan sehingga tidak memungkinkan dalam hal kenyamanan serta daya tampung.

”Dalam rangka menghormati dan menjaga kenyamanan para wisudawan, ruangan kita kan masih berantakan karena dibangun disini, nanti tempat parkirkan gak ada. Para wisudawan dan undangan para orang tua itu kan perlu kita hormati jadi kita pilihlah diluar, yang boleh dikatakan biayanya sama saja,” ujar Rusli ditemui di ruangannya.

Tanggapan mahasiswa pun beragam, salah satunya Sisi Matahari mahasiswi Fakultas Teknik, ia mengaku tidak begitu mempermasalah dengan di gelarnya wisuda di luar kampus. ”Kalau untuk tempat wisuda diluar buat saya sih gak masalah, karena melihat alasannya juga kan memang sudah tidak menampung. Terbukti dari tahun sebelumnya, ketika dipaksakan tetap dikampus yang terjadi malah macet panjang dan akses jalan ditutup, sepertinya itu ga bagus. Kalau untuk biaya saya rasa belum ada perubahan 2 tahun kebelakang, dengan biaya segitu ya masih terjangkau,” katanya.

Senada dengan Sisi Matahari, Fariyani Rachmawati mahasiswi FISIP menuturkan, ”Saya setuju saja, dari segi kuantitas untuk tahun sekarang jumlah mahasiswa yang wisuda kan berbeda dengan tahun sebelumnya, dan berhubung kampus kita sedang direnovasi, lapangan yang tidak memungkinkan, juga wisma yang sudah tidak memadai untuk pelepasan jadi setuju-setuju aja sih kalau diadakan di luar kampus. Jadi ga ada lagi yang dibeda-bedain mahasiswa yang cumlaude di dalam dan yang tidak di luar juga,” tuturnya.

Penulis : Kartika (FH’14), Neng Fauziah (IKOM’14)

Nasyid

Sejarah Nasyid

Nasyid berasal dari bahasa Arab yang berarti senandung. Kata ini mengalami penyempitan makna dari senandung secara umum, menjadi senandung yang bernafaskan Islam. Nasyid dipercaya sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad.Syair thola’al badru ‘alaina (yang artinya telah muncul rembulan di tengah kami)yang kini kerap dinyanyikan oleh tim qosidah dan majelis ta’lim, adalah syair yang dinyanyikan kaum muslimin saat menyambut kedatangan Rasulullah SAW ketika pertama kali hijrah ke Madinah. Nasyid kemudian berkembang seiring dengan situasi dan kondisi saat itu. Misalnya nasyid di Timur Tengah yang banyak mengumandangkan pesan jihad maupun perlawanan terhadap imperialisme Israel lebih banyak dipengaruhi oleh situasi politik yang ada saat itu.

 
Nasyid di Indonesia
Nasyid mulai masuk ke Indonesia sekitar era tahun 80-an. Perkembangannya pada awalnya dipelopori oleh aktivis-aktivis kajian Islam yang mulai tumbuh di kampus-kampus pada masa itu. Pada awalnya yang dinyanyikan adalah syair-syair asli berbahasa Arab. Namun akhirnya berkembang dengan adanya nasyid berbahasa Indonesia dan dengan tema yang semakin luas (tidak hanya tema syahid dan jihad). Biasanya nasyid dinyanyikan dalam pernikahan, maupun perayaan hari besar umat Islam.

 

Hukum Menurut hadis
Menurut koleksi otentik Islam Sunni, Rasulullah telah menyebutkan instrumen musik adalah haram….
“Dari Abu `Amir Abu Malik Al-Ashari, Rasulullah berkata, “Dari umatku akan ada beberapa orang menganggap melakukan perzinahan, memakai sutra, meminum minuman beralkohol, dan menggunakan instrumen musik, sebagai hal yang halal”.
Menurut kalangan intelektual
Banyak sarjana Muslim sepanjang sejarah Islam telah setuju bahwa semua jenis musik dan instrumennya adalah Haram. Sarjana-sarjana ini termasuk empat imam, Imam Abu Hanifa, Imam Malik, Imam Syafi`i dan Imam Ahmad ibn Hanbal

 

Nasyid kontemporer
Generasi baru artis nasyid memakai beberapa varian instrumen musik dalam seni mereka. Banyak di antara para artis baru adalah non-Arab dan bernyanyi dalam bahasa yang berbeda, seperti Inggris dan Turki. Beberapa band nasyid telah muncul, seperti Native Deen, Outlandish dan Raihan. Artis-artis terkenal lainnya seperti Yusuf Islam, Sami Yusuf, Junaid Jamshed, Maher Zain
Untuk para artis nasyid Arab, yang terkenal adalah seperti Abu Mazen, Abu Rateb, Abu Aljoud, Abu Dujana, Abdulfattah Owainat, dan banyak lagi. Beberapa band nasyid Arab seperti Al-Rawabi, Al-I`tisham, Al-Baraa`, Al-Wa`ad dan banyak lagi juga telah muncul.
Menyambut pertumbuhan Muslim yang signifikan, banyak artis dan band nasyid telah tampil di depan komunitas Muslim di Eropa dan Amerika, di konferensi, perayaan hari besar Islam, konser dan acara amal lainnya, termasuk di Islamic Society of North America, Celebrate Eid dan Young Muslims. Artis dan organisasi lain termasuk Nasheedbay menawarkan lagu-lagu nasyid tanpa instrumen musikal, membawa arus berbeda di tren masa kini dimana musik nasyid dimonopoli instrumen.

Sumber: [www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/069.sbt.html]

Penulis :Fanji (IF 2013)