Link

img_20161217_102127

Sekretaris Direktorat Jendral Informasi dan Diplomasi Publik, Azis Nurwahyudi melihat artikel dari Museum Pers Nasional Surakarta yang dipajang di Museum Konperensi Asia Afrika dalam pembukaan rangkaian acara Pameran Temporer “This Time For Africa” yang berlangsung dari 17 – 31 Desember 2016 di MKAA, Bandung (17/12/16).

Persaudaraan Abadi Indonesia-Afrika

Bandung, Momentum – Menjelang Akhir tahun Museum Konperensi Asia Afrika (MKAA) bermaksud mempromosikan hubungan Indonesia-Afrika dengan menggelar Pameran Temporer bertema “This Time For Africa” yang berlangsung dari 17 – 31 Desember 2016 di MKAA. Dalam pembukaannya MKAA menggelar seminar serta mengundang Artanto Wargadinata sebagai pemateri.

Sejak Konperensi Asia Afrika 1955, Indonesia dan negara-negara di Afrika memiliki ikatan emosional yang erat. Hal tersebut diungkapkan Artanto Wargadinata dalam konsepnya kedekatannya pada saat masih menjabat sebagai Ketua Usaha Tetap RI di Madagaskar yaitu Persaudaraan abadi, Silaturahmi abadi dan Tali kasih abadi.

“Semisal kegiatan rutin kita yaitu donor darah. Sehingga meski kita tidak bersama mereka tetapi darahnya mengalir ditubuh kita. Selain itu juga di madagaskar banyak sekali kata yang mirip dengan bahasa kita. Seperti, Tuah yang artinya orang dewasa yang kita hormati.” ujar Artanto dalam materi seminarnya di MKAA (17/12/16).

Dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jendral Informasi dan Diplomasi Publik, Azis Nurwahyudi, Seminar tersebut merupakan pembuka dari serangkaian acara yang akan berlangsung di MKAA dari 17 – 31 Desember 2016. Salah satunya adalah pameran Hubungan Indonesia-Afrika dalam Ekspos Media.

Dalam pelaksanaanya, MKAA bekerjasama dengan sejumlah komunitas. Diantaranya adalah Monumen Pers Nasional Surakarta, Young African Ambassadors in Asia (YAAA), Sahabat Museum KAA (SMKAA) dan Komunitas LayarKita.

Iqbal F. R./Momentum

Advertisements