Pengamatan Bintang

Jika pada suatu malam yang cerah Anda mengamati langit dan terdapat sekumpulan awan putih yang membentuk pola dan membentang kira-kira dari utara menuju ke selatan itulah benda langit yang kita kenal dengan sebutan milky way. Dalam sejarah penamaan galaksi tersebut di Indonesia, milky way dikenal dengan sebutan galaksi Bima Sakti. Benda langit yang seperti akan kita temui jika keadaan langit benar-benar dalam keadaan cerah. Tanpa perlu menggunakan teleskop kita bisa mengamatinya dengan mata telanjang.

Gambar 1. Galaksi Bima Sakti

Gambar 1. Galaksi Bima Sakti

Selain Bima Sakti yang berada di langit kita, kita bisa melihat begitu banyak taburan bintang yang mengisi langit malam. Taburan bintang ini telah ada sejak zaman dahulu dan digunakan untuk membantu masyarakat zaman dahulu. Salah satunya yaitu nelayan yang menjadikan bintang sebagai pedoman arah ketika nelayan melaut. Adapun petani yang juga menggunakan bintang sebagai pedoman untuk menentukan kapan mereka mulai bertani.

Konstelasi Bintang

Pada zaman dahulu, manusia sudah membagi langit menjadi banyak daerah konfigurasi bintang. Mereka membentuk konfigurasi bintang dengan membayangkan bentuk hewan. Bentuk hewan yang terjadi dikarenakan mereka hidup di zaman mitologi. Mereka membayangkan rasi-rasi atau konstelasi bintang itu mirip dengan bentuk-bentuk yang terdapat dalam mitologi mereka. Maka dari itu kita sampai saat ini mengenal yang namanya rasi Orion, rasi Andromeda, Sagittarius, Gemini, Cancer, dan sebagainya. Semua nama-nama itu adalah nama-nama yang terdapat dalam mitologi Yunani.

Gambar 2. Konstelasi Bintang

Gambar 2. Konstelasi Bintang

Katalog Bintang

Katalog bintang merupakan katalog yang berisikan detail tentang bintang-bintang yang ada di alam semesta. Dengan adanya katalog bintang, seorang peneliti tidak akan mengalami kesulitan dalam menentukan bintang yang dilihatnya.

Pada tahun 1930, International Astronomical Union secara resmi menetapkan konstelasi yang terdapat di langit sejumlah 88 buah. Satu daerah langit hanya akan menempati satu konstelasi saja dan tidak ada satu konstelasi yang bertumpang tindah dengan konstelasi lainnya.

Untuk mencari posisi bintang tertentu, para astronom lebih banyak menggunakan katalog bintang daripada konstelasi. Dalam sebuah katalog, terdapat informasi posisi bintang yang sangat akurat sehingga mereka tidak akan mungkin salah ketika mereka mengarahkan teleskop ke bintang tersebut.

Sekarang ini, ada beberapa katalog bintang yang sering dipakai para astronom yaitu Katalog Henry-Draper. Katolog pertama yang memasuka tipe spektrum bintang ke dalamnya. Katalog lain yang sering dipakai adalah Katalog Smithsonian Astrophysical Observatory. Masih banyak lagi macam-macam katalog bintang yang dipakai sebagai referensi.

Sumber : Admiranto, A. Gunawan. Menjelajah Bintang Galaksi dan Alam Semesta. 2009. Kanisius : Yogyakarta.

Penulis : Lita Lestari Utami (T. Informatika – 2012)