SESUATU YANG BEDA

“ Hah!! Sudah jam sebelas malam?!! “ teriakku dalam hati ketika
melihat penunjuk waktu di handphone orange kesayanganku.

     Ya, aku dan mJ’ masih berada di sebuah warnet yang berada tepat di
depan kampus kami. Tak ada yang beda, sekedar buka facebook, buka twitter,
buka blog LPM -Lembaga Pers Mahasiswa- , buka email, dan pastinya asalkan
jangan buka baju ya … Hahaha.

     “ Aaaahh masih ada angkot ga ya?! “ kataku resah karena kostan-ku
lumayan cukup jauh dari lingkungan kampus -sekitar Jl. Jakarta-

     “ Tenang aja, angkot Kalapa-Cicaheum tuh 24 jam kok. “ jelas mJ’
menegaskan.

     “ Ah lama, ya udah mau jalan kaki aja deh. “ usilku seraya berjalan
iseng.

     “ Ya sok aja, palingan juga ntar balik lagi, ga berani. “

     Benar saja. Tapi rasanya sudah terlalu lama aku berdiri di bawah
pohon besar depan kampusku. Dan itu hanya untuk menunggu sang supir angkot
menjemputku. Hmm, serasa mangkal mencari mangsa saja. Hahaha.

     Angkot sasaran tak kunjung datang. Kami memutuskan untuk berjalan
ke-arah Kebon Kalapa. Nah, dari sinilah aku menemukan sesuatu yang beda
itu. Sebuah lampu penerangan jalan yang terletak di Jl. Karapitan, tepat di
samping kampus kami. Lha, ada apa gerangan???

     “ Liat ya, lampunya nyala kan?? “ selanya seraya terus berjalan, “
kalau kita lewat pasti mati.!! “

     “ Hahh!! Masa iya bisa gitu?! Boong banget ah, ga mungkin … “

     “ Ehh liat ya … “

     Aduh ada-ada saja. Masa lampu bisa disuruh mati atau hidup sama dia.
Ya, kecuali kalau dia jadi operator lampu penerangan jalan sih percaya
saja. Atau kalau dia bisa bahasa lampu sih bisa jadi. Tapi masalahnya dia
belajar bahasa lampu di mana coba, kalau bener ada, aku juga mau daftar deh.

     Kami berjalan dengan tenangnya seraya tidak sabar ingin membuktikan
ucapan mJ’ padaku. Dan, lewat …

     “ Mati … !!! “ ujar mJ’.

     “ Nah lho, kok bisa pas banget?! “ ucapku sedikit takut. “ Aaahh ini
pasti cuma kebetulan aja yaaa … “

     Jujur, aku sempat merasa takut saat itu. Tapi pikirku, mungkin itu
hanya kebetulan yang memberi  kesempatan. Dan untuk kedua, ketiga, keempat
atau pun seterusnya, mungkin tidak akan pernah terjadi lagi. Namun
pendapatku terpatahkan ketika kami seringkali melewati jalan yang sama, jam
yang hampir sama, dan tentunya lampu yang sama pula. Kalau lampu itu
menyala, pasti langsung mati. Sebaliknya, kalau lampu itu mati, pasti
langsung menyala. Aku hanya bisa tersenyum dengan kejadian konyol yang
selalu berulang-ulang ini.

     Pernah suatu kali, pada situasi yang hampir sama. Aku bermaksud
mengantar temanku, panggil saja Ujan -bukan nama asli- untuk membeli
simcard CDMA di counter dekat mini market. Dan untuk kesana, kami harus
melewati lampu itu. Satu, dua, tiga … Lewat …

     “ Lha kok ga mati??? “ seruku keras, kaget, dan heran.

     “ Apanya yang mati sih? “ ujar Ujan mengerutkan dahi.

     “ Hehehe … Gak kok Jan, ini lampu kok ga mati ya??? “

     “ Hahh!!! Hahhaha … “ Ujan tertawa terbahak-bahak. “ Ya iya lah, masa
harus mati atau idup pas kita lewat sih, ada-ada aja kamu … !!! “
meneruskan tawanya.

     Bodoh. Mungkin bagi orang lain, ini terlihat konyol dan bodoh. Tapi
menurutku ini adalah sesuatu yang beda. Entah rahasia apa di balik semua
yang ku alami, yang jelas ini kenyataan dan bukan sesuatu yang konyol,
apalagi bodoh. Lucunya, aku tak pernah tau kalau sesuatu yang beda ini akan
sangat melekat di otakku sehingga aku dan mJ’ ingin mengabadikannya ke
dalam sebuah tulisan. SESUATU YANG BEDA.

Oleh : Lisna Kristianti (IKOM’10)

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s