Kenapa Harus Aku ?

Baik ! Baik !

Aku mengaku

Aku ini beku

Tak ber-IQ

Tapi kenapa harus aku?

 

Pernah aku terkubur dalam imaji waktu

Segala keluh

Segala peluh

Semua meluruh

Namun kutahu, itu hanya inginku

 

Masa kian berseteru

Batu kian melapuk

Air kian surut

Hela nafas kian menusuk

Tapi kenapa harus aku?

 

Sejenak mata merah itu melambai bening

Namun, semua tetap diam

Tak bergeming

 

Ya, kalau begitu !

Kenapa tak kau sengatkan saja racunmu?

Biar sekalian keringat tak lagi meramu !

Lalu …

Kenapa tak kau tumpahkan saja darahku?

Biar sekalian lelah tak datang lagi padaku !

 

Sudahlah !

Aku menyerah

Aku lelah

Aku kalah

Terserah …

 

Oleh : Lisna Kristianti (IKOM’10)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s