Dear’s Someone In One Place …

Dalam kehidupan ini terkadang banyak sekali persamaan hal kejadian atau perkara yang dialami oleh seseorang. Sama halnya kisah yang akan aku paparkan berikut ini, dimana kisah ini menceritakan tentang seorang gadis yang mana dia “falling in love” kepada laki-laki yang umurnya lebih tua darinya. Mungkin diantara gadis-gadis yang ada dimuka bumi dia bukanlah orang pertama atau sendirian yang mengalami hal ini. Karena aku yakin ada diantara kalian semua gadis yang merasakan hal serupa seperti dia.

Cinta Cyank, cukup nama yang unik dan menggelikan. Itulah nama gadis itu. Sifatnya yang periang dan humoris terkadang membuat teman-temannya kelabakan akan candanya yang polos. Dia sangat ramah dan “always smile” terhadap siapapun yang dia jumpai, entah dia mengenalnya atau pun tidak “SKSD”. Dia biasa dipanggil Nta, tapi terkadang teman-temannya suka memanggil dia dengan panggilan “Onta”, entah darimana panggilan itu berasal. Dia senang sekali dengan segala sesuatu yang berbau laki-laki, maksudnya dia jauh sekali dari yang namanya feminine…namanya indah, namun cinta sendiri sifatnya sama halnya seperti seorang laki-laki. Oleh karena itu, tidak menjadi aneh bila teman-temannya kebanyakan laki-laki. Semasa kecil dia selalu mengikuti kemanapun ayahnya pergi, dia sangat menyayangi ayahnya, dia ingin seperti ayahnya. Baginya ayah adalah segalanya, tanpa ayah yang selalu mendampinginya dan membimbingnya dia seperti kehilangan arah kendali, karena ayah merupakan bagian dari jiwanya. Mungkin tidak seperti gadis lainnya yang selalu dekat dengan ibu, lainnya halnya dengan cinta, dia sudah lama telah ditinggal ibunya pergi entah kemana, bahkan dari sejak dia masih balita. Oleh sebab itu baginya hanya ayahnyalah hidupnya jadi lebih berharga.

Singkat cerita, sekarang Cinta telah tumbuh menjadi seorang gadis. Karena usianya genap 20 tahun sekarang. Layaknya seorang gadis yang normal, meskipun dia seorang gadis tomboy, dia mulai merasakan ada hal yang aneh dalam dirinya bila berdekatan dengan laki-laki yang menarik hatinya. Bermula dari selembar undangan rapat suatu perkumpulan anak muda atau yang lebih “familiar” dengan sebutan ‘Karang Taruna’. Selama dia tinggal, baru kali itu Cinta mendapat undangan rapat pembentukan kepanitiaan untuk acara menyambut hari kemerdekaan RI. Esoknya dia bersiap siap seperti biasanya, dia selalu tampil apa adanya (cuek),memakai celana panjang berwarna hitam dan kaos, yang dibaluti jaket, karena acara rapatnya malam hari. Dengan penuh rasa percaya diri dia berjalan sendirian ke tempat dimana rapat itu dilangsungkan (pos). lalu sekejap matanya terfokus pada sosok adam yang menarik penglihatannya. Seorang laki-laki yang sedang berdiri di dekat pintu pos itu, yang membuat dirinya penasaran. tapi dasar Cinta yang tomboy, dia pura-pura masuk saja tanpa menghiraukan apa yang ada dalam perasaannya saat itu. Meski sebenarnya dia ingin mengetahui siapa laki-laki itu, yang selama dia tinggal di daerah rumahnya itu, belum pernah sekalipun dia melihat laki-laki itu. “So… who is he?????????????????????????????

Setelah pemilihan para anggota rapat ditentukan, ternyata sang dewi fortuna berpihak kepadanya, “oh…Thanks God”. Laki-laki yang ingin dia ketahui itu ternyata memiliki tugas yang sama dengannya. Setelah itu lalu Cinta menanyakan namanya tapi lewat orang lain, dia bernama Baim, (btw anyway busway….jadi inget ama salah satu vokalis band y ?????????????ZZZZZZZZ)
Baim dan Cinta pun dipanggil oleh ketua panitia itu untuk diberi tahu tugas apa saja yang akan mereka dapat. Lalu mereka pun duduk berdua di depan ketuanya. Perasaan Cinta saat itu mungkin sangat berbeda dengan perasaan Baim, yang mana dia merasakan ada getaran waktu dia harus duduk berdekatan dengan Baim, “oh God my heart bites me, again and again”, padahal dia sendiri sering duduk berdekatan dengan laki-laki. Kala itu Cinta belum bisa mendeteksi apa yang telah terjadi dalam dirinya, dia hanya berpikir sedang ada virus yang mencoba masuk kedalam dirinya.

Rasa penasaran pun masih ada dalam benaknya, dia ingin sekali mengenal Baim lebih jauh lagi, atau jika perlu sampai ke akar-akarnya. Dia berpikir lagi bagaimana bisa mengenal sosok Baim lebih jauh kalau nomor hpnya saja dia tidak punya. Akhirnya rapat pun selesai, dan Cinta bergegas pamit pada anak-anak yang masih berada di pos itu untuk pulang karena perutnya yang keroncongan. Dengan penuh harapan Cinta melangkah pulang, berharap Baim akan menghampirinya atau memanggilnya “common call me please”. Sambil berhitung dalam hati Cinta pun terhenti pada hitungan ketiga, karena adanya seruan “cintaaaaaaaaa…..tungguuuu………”. Cinta belum menyadari kalau itu Baim yang memanggilnya, setelah dia putar badan dan Cinta tahu bahwa itu Baim, perasaannya saat itu berbunga-bunga, “agh akhirnya Baim manggil aku juga, thanks God again…again…and again”. Cinta bertukar nomor teleponnya saat itu lalu ia pun pamit pulang pada Baim sambil berbicara “jangan lupa bwt smsan ya Im, dah”.

Hari demi hari dia lewati dan bersms ria dengan Baim sang pujaan hatinya. Baim sosok laki-laki yang menurut Cinta pas untuknya. Entah apa yang ada dalam diri sosok Baim ini yang telah membuat hati Cinta begitu takluk. Di luar dugaan dia, ternyata sosok Baim yang dia puja itu ada sesuatu yang membuat Cinta agak pesimis dan “down”, ketika dia tahu bahwa mereka memiliki perbedaan usia yang lumayan jauh, “ternyata Baim lebih muda dariku dua tahun, gimana ya? tapi aku ga perduli aku dah terlanjur sayang ama Baim”. Anehnya semakin Cinta ingin berusaha mundur dan melupakan niatnya semakin kuat pula perasaan yang tumbuh dalam dirinya. Dia percaya akan takdir, “jika memang aku harus jatuh cinta pada laki-laki ini maka ini semua aku serahkan pada takdirku, dengan segala niat baikku ya Allah”. Karena pada awalnya dia pun tidak pernah berniat untuk melanjutkan perasaan itu lebih jauh, namun entah kenapa, perasaan lebih yang tumbuh dalam hati Cinta kian kental ketika hari-harinya terisi bersama Baim dan mengenal Baim lebih jauh. Padahal saat itu ada beberapa laki-laki yang menginginkan Cinta untuk menjadi pacarnya tapi Cinta tidak pernah mengindahkan atau menghiraukan karena memang Cinta tidak pernah ada perasaan pada mereka,”tp kenapa ya ko aku malah jatuh cinta sama cowok yang baru aku kenal ini ya Allah? Kenapa? Aku juga gak tau?”

“Finally”, Baim dan Cinta terkena virus Cinta lokasi, atau mereka memang menemukan kecocokan satu sama lain, yang pada akhirnya membawa mereka pada hubungan diluar tugas mereka. Tepatnya tanggal 30 mei 2006 ikrar mereka di proklamasikan lewat sms. Cinta merasa Baim adalah anugerah terindah yang dia miliki saat itu, wajar saja karena ini kali pertamanya bagi Cinta, ada seorang laki-laki yang membuat jantungnya serasa terlepas. Kala itu Cinta hanya menjalani hubungan itu apa adanya tanpa berpikir jauh terlebih dahulu. Teman-teman dekatnya begitu penasaran akan sosok Baim, karena selama memasuKi dunia perkuliahan tidak pernah sekalipun Cinta membicarakan tentang laki-laki yang dapat menarik hatinya, itu pun Cinta ceritakan dengan sepintas-sepintas, berbeda halnya dengan cara dia menceritakan Baim sang pujaan hati. Dengan penuh rasa percaya diri lalu Cinta pun menceritakan awal mulanya dia mengenal Baim. Pertama kalinya teman-temannya tidak memberikan komentar apa-apa selain kata-kata pedas meski nada bercanda “lu gila ya, masa jatuh cinta ama berondong seumuran adik lu sih!”. Tapi Cinta tidak menghiraukan omongan teman-temannya itu, dia hanya memperdulikan apa kata hatinya saat itu, “mungkin ini hanya cobaan kecil untukku, toh banyak ko yang memiliki kasus sepertiku tapi mereka bisa sampai menikah dan mempunyai anak, moga aja Baim memang yang terbaik untukku, amien”.

Bulan pertama dan kedua, mereka lalui tanpa ada masalah besar, hanya saja terkadang selalu saja ada pembicaraan di belakang kami “mereka tuh Cuma cinta lokasi, kalau kepanitiaan ini di bubarin pastinya juga hUbungan mereka ikut-ikutan bubar”. Lagi-lagi yang menentang hubungan mereka, sebenarnya tidak ada yang salah dengan jalinan hubungan antara Baim dan Cinta, karena kita tidak pernah mengetahui apa yang akan terjadi pada diri kita, yang kita lakukan adalah harus selalu mensyukuri atas apa yang Allah berikan kepada kita. Dari kedua belah pihak keluarga mereka kurang setuju kalau Cinta atau bahkan Baim saling berhubungan (pacaran).

Menginjak tiga dan empat bulan, Cinta dan Baim mulai dirundung oleh berbagai masalah. Dari mulai perbedaan sifat, sikap, dan lain sebagainya. Cinta berpikir hal ini mungkin terkait karena perbedaan umur mereka. Tapi syukurlah dengan segala kedewasaan masing-masing, mereka selalu dapat melewati segala hambatan permasalahan yang mereka hadapi. Yang pada akhirnya hal itu telah membawa mereka ke tingkat pendewasaan yang lebih matang lagi. Sekarang Cinta dan Baim memasuki bulan ke delapan, yang sama sekali Cinta tidak berpikir kalau hubungan mereka bisa bertahan sampai sejauh ini, karena Cinta sendiri belum pernah berpacaran sampai sejauh ini dalam hidupnya, “semoga Baim memang yang terbaik untukku dan yang terakhir dalam hidupkku, amien”.

Berulang-ulang Cinta selalu memanjatkan doa untuk kelangsungan hubungan mereka, karena baginya Baim adalah segalanya, belahan hatinya yang selama ini hampa. Dengan kehadiran Baim sedikit demi sedikit Cinta mulai berubah, yang tadinya dia sangat benci untuk tampil feminine tapi demi sang pujaan hati Cinta rela merombak apa yang belum pernah ada dalam dirinya, senangnya lagi Baim sang kekasih hatinya, selalu memberinya dorongan dan semangat. Cinta sangat menyayangi Baim, Cinta pun percaya dan yakin bahwa apa yang dia dapatkan sekarang ini adalah semata-mata atas ridlo Sang Maha Pencipta, ini semua merupakan bagian peristiwa yang harus dia lewati karena itu semua titipan Allah. Sekarang Cinta dan Baim, mulai berkomitmen pada hubungan mereka, meskipun mereka juga menyadari perbedaan usia, dimana Cinta yang lebih tua dua tahun dari Baim akan lebih dulu selesai studinya. Tidak menutup kemungkinan, setidaknya masih ada harapan yang selalu membuat Cinta untuk tetap bersabar, dalam menjalani hari-harinya bersama Baim. “aku yakin Allah selalu mempunyai rencana lain yang lebih baik lagi”. Mereka hanya bisa berusaha semampu mereka dan berencana untuk kelangsungan hubungan mereka selanjutnya, namun tak lepas dari itu tetap kendali dan segala keputusan serta kekekalan hanyalah milik Allah SWT semata.

Cinta selalu berdoa dan berharap, Baimlah kelak yang akan menjadi pendamping hidupnya, yang kan selalu mengisi hatinya, dan membangun keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah bersamanya, serta semoga hanya waktu yang kan memisahkan Baim dari sisa hidupnya, semoga……….amien.

‘Lovers,

Advertisements

One comment on “Dear’s Someone In One Place …

  1. Hmm….. So sweet…………………………………..
    Jadi pengen….. HHahahahaha

    Okelah, sipp…… Ceritanya ngalir terusssss euy….
    Hhehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s