Kakiku di BRAGA FESTIVAL 2010

Braga Festival 2010

Sore itu tanggal 25 Desember 2010, aku dan MJ bermaksud untuk menghabiskan waktu tepat di acara BRAGA FESTIVAL 2010. Sejenak kami duduk – duduk di depan Bank BNI seraya mengamati segelintir orang yang terkesan sibuk dengan kegiatannya masing – masing. Ada anak kecil yang merengek – rengek meminta dibelikan mainan oleh ibunya, ada remaja – remaja yang sedang bercanda dengan teman sebayanya, ada ibu – ibu dan bapak – bapak yang membeli oleh – oleh untuk kerluarganya, orang pers yang siap mendokumentasikan acara festival, dan tentunya tak ketinggalan para pengisi acara serta para panitia yang selalu terlihat semangat dalam segala kondisi apapun.

Stand BRAGA FEST'10

Setelah cukup beristirahat, kami tertarik untuk melihat stand – stand yang ada di acara BRAGA FESTIVAL 2010. Satu persatu kami telusuri. Ada beberapa stand yang kami kunjungi, seperti stand KP. Jayagiri, stand Yayasan Bordir Jabar, stand Aston Braga, stand KP. Gajah, stand Riam jeram, stand Bumbu Desa, stand Nasi Tetenong, bahkan ada pula stand khusus yang diisi oleh perwakilan dari Dinas Pariwisata Jawa Barat, dan masih banyak lagi stand – stand yang menarik. Selain itu, acara ini juga menampilkan IniAku Band Feat Charly ST12, Sembilan Band, 86 Band, Tqla Band, Munthe Band, serta band indi Bandung, Perfrom Dj Freeze dan Dj Adyt, Fashion Show oleh model – model Bandung, Perfom Perkusi dan anak jalanan hari rusli, Demo dari komunitas sepeda ontel, brootherhood serta acara kesenian daerah dari Damas. Ya walaupun sudah sore, tapi stand – stand di sini jarang sekali terlihat kosong, bahkan semakin ramai.

Stage On BRAGA FEST'10

Selintas terbesit dari pikiran kami untuk meliput acara BRAGA FESTIVAL 2010. Atas kesepakatan bersama, kami mewawancarai salah satu panitia BRAGA FESTIVAL 2010. “ ART FOR SOLIDARITY. Ada dua konsep yang ditonjolkan di dalam tema tahun ini, solidarity and community ghatering. jadi, komunitas – komunitas yang ada di Bandung khususnya serta Jawa Barat umumnya dapat bersatu padu dalam satu acara, yaitu BRAGA FESTIVAL 2010” kata mas Fauzi, menegaskan. Ya, solidaritas memang harus selalu ada dalam komunitas. Baik itu komunitas besar maupun kecil. Realitanya solidaritas sangatlah susah untuk diterapkan apabila tidak ada kesadaran dari diri masing – masing.

“ Simpati masyarakat benar – benar tinggi atas diselenggarakannya BRAGA FESTIVAL 2010 ini. Saya harap untuk acara festival kedepannya, walaupun bukan dari EO kita, tapi tetap bisa lebih baik dari tahun ini. “ seru mas Fauzi bersemangat. Begitu pula yang kami rasakan sedari awal menginjakkan kaki di Jl. Braga. Sama sekali tidak ada kesan ketidak-tertarikan masyarakat dalam acara tahunan ini. Semua lapisan masyarakat bergabung, bersatu, dan saling bercengkerama satu sama lain. Dengan kata lain, BRAGA FESTIVAL 2010 dianggap telah mampu merealisasikan arti sebuah solidaritas.

Tak terasa waktu menunjukkan pukul delapan malam. Grup band ST12 bersiap meramaikan Jl. Braga dengan beberapa lagu yang dinyanyikan oleh Charly. Kami pun berencana untuk menonton penampilan mereka. Namun, setelah hampir se – jam kami menunggu dan ST12 pun tak kunjung menampakkan diri, kami pun memutuskan untuk pulang. Ada hal yang unik ketika kami melewati panggung kecil yang terletak di depan stand Yayasan Bordir Jabar. Seorang remaja berumur sekitar lima belas tahunan, dengan wajah polosnya sedang membacakan puisi cinta, “hidup adalah cinta dan kenyataan … Cinta adalah … “ dia kemudian diam seribu bahasa. Dalam benakku, mungkin dia sedang mencari kata – kata yang manis untuk sebuah pengertian cinta. Hahaha …

Ya, walaupun tidak menikmati acara dari awal sampai akhir, setidaknya kami bangga karena bisa menjadi bagian dari BRAGA FESTIVAL 2010.

Oleh : Lisna Kristianti (IKOM’10)

Advertisements

2 comments on “Kakiku di BRAGA FESTIVAL 2010

  1. Komen perdana ,, akhihi

    Artikel yg d buat ama lisna redaksinya deskriptis diary bgt,, but like this. moga ne jadi awal dari keberhasilan dari seorang jurnalis unggul yang di cita-citakanya..

    Dan Mantaplah… moga z LPM MOMENTUM UNLA bisa menjadi LPM yg terbaik …..

    MERDEKA !!!!

    Like

    • iza : heiiiiii ka, makassiiii ya atas comment perdananya….. ia dari awal memang konsepnya like a diary report gitu ka, hehe 🙂

      aamiin aamiin…………….. mudah2an bisa mnjadi jurnalis yang jujurlah! bisa! dan harus bisa sih!! hohoho

      yupz, dukung terus lpm momentum unla yaaaa…. klo bkan kta yg dkung dr awal, siapa lg????

      merdeka lah..!!! brrrrrrrsmangaaattttt 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s